
Samsungbola - Vincent Kompany memang sukses sebagai pemain Manchester City. Tapi, Kompany tidak seberuntung itu ketika mencoba terjun sebagai pelatih dan timnya malah anjlok.
Setelah gabung City dari Hamburg pada 2008, Kompany akhirnya memutuskan pergi dari City akhir musim lalu seiring kontraknya yang habis. berhasil mempersembahkan 4 trofi Liga Inggris, 2 Piala FA, serta 4 Piala Liga Inggris dalam kurun waktu 11 tahun. Kompany lantas pulang kampung dan melanjutkan kariernya bersama Anderlecht dengan status sebagai pemain merangkap pelatih.
Klub raksasa Belgia itu merekrut Kompany sebagai pelatih karena pemain berusia 33 tahun itu dianggap mempunyai kesamaan filosofi permainan dengan manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Mengingat Pep mampu meraih kesuksesan dengan tiki-takanya, Anderlecht mengharapkan Kompany untuk menerapkannya di klub yang bermarkas di Lotto Park tersebut.
Namun kenyataan berbeda jauh dari harapan. Kompany belum menunjukkan kepiawaiannya sebagai pelatih seperti saat dia masih jadi pemain. Dari empat pertandingan liga yang sudah dijalani, Anderlecht hanya mampu meraih dua poin dan belum pernah menang sama sekali.
Padahal sepanjang empat laga tersebut, Kompany ikut turun berlaga di lapangan tapi belum mampu mendongkrak permainan Anderlecht. Visi permainan ala Kompany pun mendapat kritikan dari mantan pemain Anderlecht, Marc Degryse. Ia menyebut mantan pemain Manchester City itu terlalu pakem mengikuti gaya Guardiola.
Selain itu, Degryse juga mengkritik kesibukan Kompany yang masih aktif bermain di timnas Belgia. Menurutnya, sebagai juru taktik Anderlecht ia harus meluangkan waktu untuk mempersiapkan strategi bersama tim.
Kompany hanyalah manusia, tetapi saya rasa ia menganggap dirinya seperti dewa. Pada jeda internasional seorang pelatih normalnya punya waktu latihan intensif selama dua minggu, tetap Kompany malah cuti untuk persiapan timnas Belgia melawan San Marino dan Skotlandia
Anderlecht menjalani start terburuk mereka dalam kurun 21 tahun terakhir dan Kompany akhirnya dibebastugaskan sebagai pelatih. Kompany akan full jadi pemain dan asisten pelatih Simon Davies akan mengambil alih tugas Kompany sebagai pelatih. Laga debut Davies terbilang berat karena harus menghadapi juara bertahan Genk, Jumat (23/8/2019) besok.
Vincent Kompany meninggalkan Manchester City usai musim 2018/19 pungkas. Kontraknya memang berakhir tapi Man City masih mau memakai jasa pemain 33 tahun itu. Namun, Kompany memutuskan untuk hengkang karena ingin memulai karier baru sebagai pelatih di RSC Anderlecht, klub Liga Jupiler Belgia.
Berhubung fisik dan kemampuannya masih sangat bagus, Kompany pun merangkap sebagai pemain juga. Kenyataannya tak semudah yang dibayangkan. Setelah menjalani empat laga di awal musim 2019/20, Anderlecht tidak pernah menang. Dua kali imbang dan dua kalah. Kompany pun langsung jadi sorotan.
Bukan lantaran dia tak bisa melatih tapi karena terlalu sibuk bermain. Soalnya, Kompany masih sangat aktif bermain. Di Anderlecht selalu bermain penuh dan masih jadi bagian dari timnas Belgia. Kompany pun menyerah sebagai pelatih dan memilih kembali jadi pemain saja.
Masih di Anderlecht, Kompany terus bermain dan jadi kapten saja. Selanjutnya, tugas melatih diserahkan asisten pelatih Kompany selama ini yaitu Simon Davies. Pria asal Wales ini malah punya strategi khusus untuk Anderlecht saat melawan juara bertahan Liga Jupiler, Genk.
Sebenarnya, Anderlecht lumayan bisa mendapatkan beberapa pemain bagus berkat relasi Kompany. Contohnya adalah Samir Nasri dan Philippe Sandler. Dengan melepas jabatan pelatih, klub berharap Kompany bisa lebih fokus bermain dan memimpin rekan-rekannya di lapangan.