Selebrasi Kacamata Sergio Ramos Bikin Wasit Gagal Paham

BERITA BOLA

Samsungbola - Sergio Ramos menjelaskan soal selebrasi kacamata yang ia lakukan usai mencetak gol ke gawang Rumania. Ada kesalahpahaman sehingga wasit memberinya kartu kuning.

Ramos mencetak satu gol saat Spanyol menang 2-1 atas Rumania di Arena Nationala, Bukares, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat (6/9/2019) dini hari WIB. Kapten Spanyol itu bikin gol lewat eksekusi penalti di menit ke-28.

Usai mencetak gol, Ramos melakukan selebrasi dengan meletakkan kedua tangannya di depan mata seperti memakai kacamata. Ia melakukannya di depan kamera TV.

Namun Ramos kemudian mendapat kartu kuning karena aksinya itu. Wasit Deniz Aytekin menilai selebrasi tersebut sebagai upaya untuk memprovokasi publik tuan rumah.

Ramos pun menjelaskan kalau perayaan yang ia lakukan bukan ditujukan untuk pendukung tuan rumah. Ia melakukannya untuk keponakannya yang memakai kacamata.

Saat jeda saya jelaskan kepada (wasit) Aytekin kalau saya melakukan selebrasi kacamata itu untuk keponakan saya, dia harus memakainya sama seperti saya.

Saya melakukannya untuk menyemangatinya, mendedikasikan gol ini untuknya. Tapi wasit tidak melihat seperti itu dan memberi saya kartu kuning, Ramos menyatakan kalau wasit Aytekin telah meminta maaf kepadanya setelah dapat penjelasan.

Bek tim nasional Spanyol, Sergio Ramos, memberikan penjelasan di balik selebrasi kacamata yang dia lakukan saat mencetak gol ke gawang Rumania, Jumat (6/9) dini hari WIB. Dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 tersebut, bek Real Madrid itu mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-29.

Gol yang dicetak Sergio Ramos merupakan gol pembuka dalam pertandingan yang akhirnya dimenangi Spanyol dengan skor 2-1. Namun selebrasi sang kapten lah yang justru mengundang banyak perhatian.

Setelah berhasil menyarangkan bola ke gawang, Sergio Ramos tampak berlari ke pinggir lapangan dan menghampiri kamera wartawan. Dia kemudian melakukan gestur tangan membentuk kacamata yang membuahkan kartu kuning dari wasit Deniz Aytekin.

Selepas pertandingan, Sergio Ramos menjelaskan bahwa wasit sudah salah paham terkait selebrasinya dengan mengira gestur tersebut ditujukan kepada para penonton. Padahal selebrasi tersebut sebenarnya ditujukan untuk keponakan perempuannya.

Ini adalah kesalahpahaman. Itu untuk keponakan saya, yang seperti saya sekarang harus memakai kacamata. Saya mendedikasikan gol ini untuknya agar dia tahu bahwa bukan masalah untuk mengenakan kacamata.

Itu adalah gerakan yang dimaksudkan untuk kamera dan tidak diarahkan ke tribun seperti yang ditafsirkan oleh wasit. Namun, Sergio Ramos pun mengungkapkan bahwa wasit sudah meminta maaf pada dirinya atas kesalahpahaman yang terjadi.

Saya berbicara dengannya (wasit Aytekin) dan menjelaskan. Dia mengerti dan meminta maaf setelah itu. Saya tahu dengan begitu banyak suara, sulit untuk menafsirkan gestur itu, tetapi setelah dia tahu alasan di balik itu, itu lebih mudah.

Selebrasi merupakan ungkapan kebahagiaan pasca pemain sepak bola melesakkan bola ke gawang kiper lawannya. Namun, tak sedikit yang berbuntut kartu kuning sehingga kebahagiaan harus pupus lantaran hukuman wasit.

Bek jangkung asal Spanyol, Sergio Ramos, mencetak gol pada menit ke-29 lewat eksekusi penalti saat berlaga melawan Rumania dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Arena Nationala, Rumania, Jum’at (6/9/20019) dini hari. Spanyol yang saat itu unggul 1-0, harus menelan pil pahit saat Sergio Ramos diberi hukuman wasit.

Menurut Sergio Ramos, wasit Deniz Aytekin gagal paham lantaran selebrasi ‘kacamata’ yang dinilai provokatif. Namun, selepas pertandingan Ramos langsung menghamipiri wasit dan menjelaskan makna dari selebrasi tersebut.

Itu untuk keponakan saya. Kami berdua memakai kacamata dan itu untuknya. Saya melakukannya untuk menghiburnya, untuk mempersembahkan gol kepadanya," kata Sergio Ramos dikutip dari AS.

Mengutip Bola.net, wasit mengira Ramos sedang melakukan provokasi kepada suporter tuan rumah. Sebab, saat melakukan selebrasi, Ramos memang menghampiri kamera yang ada di depan tribun suporter tuan rumah.

Kartu kuning itu berasal dari salah paham. Wasit mengira aku menunjuk ke tribun. Ketika jeda saya menjelaskan kepada Aytekin kalau selebrasi itu adalah untuk keponakan saya.